Mengenal Input dan Output Pada Charge Handphone

Tips By

Kalau kita punya handphone, laptop atupun barang elektronik lainya tentu kita tidak asing lagi dengan benda yang satu ini, sebuah alat yang digunakan sebagai alat pengisi daya untuk perangkat elekronika yang menggunakan batu baterai. Ya bener alat ini sering kita sebut charge atau pengisi daya. Sahabat spesifikasi.co.id harus sepatutnya tahu apa sebenarnya charge ini dan tata cara petunjuk penggunaanya agar tidak menjadikan masalah terhadap perangkat elekronik yang kita miliki. Terkadang kita sering mengabaikan hal ini yang justru bisa menyebabkan handphone atau laptop kesayangan kita mengalami kerusakan. Kali ini akan memberikan informasi ulasan tentang pengertian Input dan Output pada charge. Apa makna dari kode-kode seperti Input Output dan yang ada pada charge.Seringkali kita lihat pada charge terdapat tulisan input 100-240 v atau output 5 v. Input adalah voltase listrik yang digunakan, kalau di Jepang umumnya memiliki voltase listrik sekitar 100-110v, kalau di Indonesia 100-110v dulunya memang diakui lebih aman tetapi di ubah menjadi 100-240 v.

Jika anda punya charge dengan tulisan input 100-110v jika dipakai di Indonesia tentu saja bisa merusak handpone anda tetapi jika anda punya charge bertulisan 100-240v jika berarti masih aman digunakan di Indonesia karena rangenya mencakup 100 hingga 240 v. Tentu kita harus perhatikan terlebih dahulu jika memiliki produk yang berbeda asal, namun tidak usah khawatir karena produk yang legal tentunya sudah melakukan penyetandaran dengan keadaan konsumen, termasuk negara tujuan pemasaran. Sedangkan Output merupakan hal yang penting untuk diperhatikan selain charge original untuk handphone anda. Output adalah besarnya voltase yang keluar dari charge. Jika handphone anda membutuhkan 5 v tetapi kita gunakan output lebih dari 5 ini bjsa merusak komponen karena kelebihan tegangan. Kemudian kita juga perlu membahas sebuah tulisan yang biasanya tertera pada charge kita yaitu MA yang menentukan kecepatan proses charging. Semakain besar angka ma makan semakin cepat arus yang masuk.

Contoh Spesifikasi regulator hp :

Input max voltage : 5V

Input max Current : 500mA output max voltage : 3,7V

Output max Current : dibawah 1200mA atau yg tertera di charger 0,5A

Itu adalah contoh spesifikasi yang tertera di charger handphone. Tentu kita masih ingat hitungan fisika tentang listrik. Ini dia rumusnya P=V×I dimana p adalah daya yang menjadi sumber daya, v adalah besarnya daya yang keluar sedangkan I adalah arus yang di alirkan. Jadi seperti yang tertera di baterai itu 3,7V, 1200mA, 4,44W, Artinya memiliki Voltase(V) 3,7volt, arus(I) 1200mA/1,2A, dan memiliki daya(P) 4,44W..

P=VxI   =3,7 x 1,2  = 4,44 Watt jadi kesimpulanya daya yang diberikan charger kita adalah 4,44 Watt. Itu sebagi contoh saja ada juga charge yang tidak bisa dipakai dihandphone lain meskipun port lubang chargernya sama. Itu disebabkan karena beda merk charger biasanya beda regulasi,wajar saja jika tidak bisa mengisi daya bahkan malah menguras daya baterai, misal daya charger 3,7 V,prinsipnya dari tegangan 5V akan diregulasi kembali menjadi 3,7V dengan regulator yg ada d hanphone, pengisian daya dengan tegangan dibawah 5V bisa di lakukan, tapi tidak boleh dibawah tegangan handphonenya sendiri, justru kalo demikian tidak akan mengisi daya baterai yang ada malah menguras daya pada baterai handphone kita nantinya.

Semoga informasi mengenal dan cara menggunakan charge ini bermanfaat buat pengunjung setia spesiikasi.co.id

Advertisement